Tampilkan postingan dengan label PLN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PLN. Tampilkan semua postingan

Pengukuran kWh Meter Prabayar

0

Pengukuran kWh meter dengan system Prabayar adalah metode baru yang dikembangkan PT. PLN (Persero) dalam memudahkan Pelanggan dalam pemakaian listrik dan pembayarannya. Dalam pengembangannya, PT. PLN (Persero) memasang kWh meter elektronik di rumah Pelanggan dan Pelanggan membeli kebutuhan kWhnya berupa chip card (voucher elektronik).

Kegunaan Chip Card:
Dapat digunakan sebagai alat pembayaran rekening listrik dengan mengembangkan kWh meter Elektronik Digital yang dilengkapi dengan perangkat pembaca kartu serta perangkat transaksi lunak berbasis smart card. kWh meter akan beroperasi berdasarkan nilai kredit yang dimasukan (download) dari chip card kedalam register kWh, dan selanjutnya nilai kredit tersebut dijadikan acuan untuk mengontrol bekerjanya kWh meter. Nilai kredit didalam register akan dikurangi secara bertahap sebanding dengan nilai energy listrik yang telah dikonsumsi (digunakan). Jika register telah habis, maka kWh meter harus segera diisi kembali (misal: register sisa pulsa 10%) maka ada alarm (LED ON), dan jika setelah jangka waktu yang telah ditetapkan belum juga diisi nilai kreditnya maka kWh meter akan memutus sakelar pemutus atau Internal Contractor sehingga suplai daya terputus.

Pemakaian MCB untuk APP:
Pemakaian daya (MCB) untuk kWh meter prabayar harus sesuai atau sama dengan pemakaian daya (MCB) sesuai dengan Daya kontrak Pelanggan (lihat Tabel daya tersambung PLN). Tetapi penyambungannya hanya sampai daya < 200 kVA dengan penyambungan tegangan rendah.
Sesuai desain pabrik penempatan MCB pada kWh meter prabayar, ada yang terletak di dalam dan ada juga yang diluar Kwh meter.

kWh meter Prabayar yang digunakan pada PT. PLN (Persero) Rayon Timika. Dengan pembatas include dalam kotak kWh meter itu sendiri.



Wiring diagram kWh elektronik



Catatan:
Bila terjadi kerusakan/pemadaman pada pelanggan yang menggunakan kWh meter Prabayar:
  1. Petugas YANTEK mengecek terlebih dahulu sisa Credit/Stroom (Token) pada kWh meter. Jika sudah habis, sarankan kepada Pelanggan untuk melakukan pengisian Credit (Token) kWh meter. 
  2. Jika credit (stroom) msh mencukupi, cek MCB/pembatas yang digunakan apakah masih layak digunakan pada pemakaian beban listrik pelanggan.  
  3. Anti Tempering (Anti Pencurian Listrik/Pemutus Otomatis) pada kWh elektronik adalah Pemutus Line Netral baik sebelum dan sesudah kWh meter, Pembalikan Fasa. Pembatas daya sebagai secondary MCB apabila MCB rusak atau sengaja dihubungkan untuk menambah daya secara illegal. Injeksi Arus dan Penggunaan magnet permanen untuk mensaturasi arus pada trafo arus.

Tabel Daya Tersambung PLN

4
Standard daya tersambung tegangan rendah untuk sistem tegangan 220 Volt (1 fasa) dan 380 Volt (3 fasa).


Kegunaan tabel diatas adalah sebagai panduan bagi Petugas YANTEK bila terjadi kerusakan pada MCB Pelanggan. Sehingga Petugas dapat mengetahui batasan MCB yang sesuai dengan Daya Kontrak Pelanggan tersebut.

Tabel Golongan Tarif Dasar Listrik

1
Berikut ini adalah Tabel Golongan Tarif  sesuai dengan Tarif Dasar Listrik dari PT. PLN (Persero). Berguna sebagai acuan bagi petugas YANTEK untuk mengetahui pelanggan-pelanggan mana yang mempunyai daya besar dengan batasan daya dan pelanggan yang mana yang golongan tarifnya sosial, dan lainnya.

Jenis Golongan Tarif Dasar Listrik

NO.
GOLONGAN
TARIF
BATAS DAYA
U R A I A N
1
S – 1 TR
220 VA
Pemakaian sangat kecil – TR
2
S – 2 TR
450 VA s/d 2200 VA
Badan sosial kecil s/d sedang – TR
3
S – 2 TR
> 2200 VA s/d 200 kVA
Badan sosial besar – TR
4
S – 3 TM
> 200 kVA
Badan sosial besar – TM
5
R – 1 TR
450 VA s/d 2200 VA
Rumah tangga kecil – TR
6
R – 2 TR
2200 VA s/d 6600 VA
Rumah tangga menengah – TR
7
R – 3 TR
> 6600 VA
Rumah tangga besar – TR
8
B – 1 TR
450 VA s/d 2200 VA
Bisnis kecil – TR
9
B – 2 TR
> 2200 VA s/d 200 kVA
Bisnis menengah – TR
10
B – 3 TM
> 200 kVA
Bisnis besar – TM
11
I – 1 TR
450 VA s/d 2200 VA
Industri kecil – TR
12
I – 1 TR
> 2200 VA s/d 14 kVA
Industri kecil – TR
13
I – 2 TM
> 14 kVA s/d 200 kVA
Industri sedang – TR
14
I – 3 TM
> 200 kVA
Industri menengah – TM
15
I – 4 TT
> 30.000 kVA
Industri besar – TT
16
P – 1 TR
450 VA
Gedung kantor Pemerintahan Kecil – TR
17
P – 1 TR
> 450 VA s/d 2200 VA
Gedung kantor Pemerintahan sedang – TR
18
P – 1 TR
> 2200 VA s/d 200 kVA
Gedung kantor Pemerintahan sedang – TR
19
P – 2 TR
> 200 kVA
Gedung kantor Pemerintahan besar - TR
20
P – 3 TR
> 450 VA s/d 2200 VA
Penerangan jalan umum
21
P – 3 TR
> 2200 VA s/d 200 kVA
Penerangan jalan umum
22
P – 3 TR
> 200 kVA
Penerangan jalan umum
23
C - TM
> 200 kVA
Pembelian curah (Bulk)
24
T - TM
> 200 kVA
Tarif tranportasi

Tarif Listrik PLN

1
Penyambungan tenaga listrik ke Pelanggan, diatur dalam Tarif Dasar Listrik yang dikeluarkan oleh PT. PLN (Persero), dengan ketentuan sebagai berikut :
1.      


       Daya 450 VA – 197 kVA berlangganan TR
Pengukuran untuk langganan TR dibagi, sebagai berikut :
i)        Daya 450 VA – 41.500 VA, pengukuran langsung (tanpa mempergunakan peralatan bantu CT).
ii)       Daya > 41.500 – 197.000 VA, pengukuran tak langsung dengan mempergunakan alat bantu CT).

2.       Daya 201 kVA – 30,5 MVA berlangganan TM
Pengukuran untuk langganan TM dibagi, sebagai berikut :
i)        TM/TM/TM pelanggan TM, diukur TM pasokan tegangan TM
ii)       TM/TM/TR pelanggan TM, diukur TM pasokan tegangan TR
iii)     TM/TR/TR pelanggan TM, diukur TR pasokan tegangan TR

3.       Daya > 30,5 MVA berlangganan TT
Pengukuran untuk langganan TT dibagi, sebagai berikut :
i)        TT/TT/TT pelanggan TT, diukur TT pasokan tegangan TT
ii)       TT/TT/TM pelanggan TT, diukur TT pasokan tegangan TM
iii)     TT/TM/TM pelanggan TT, diukur TM pasokan tegangan TM

Pada pelanggan TR, pengukuran dan pengamanan/pembatas proteksi (APP) mempergunakan alat bantu Miniature Circuit Breaker (MCB) dan KWh meter, bila pelanggan > 41,5 kVA dipergunakan tambahan alat bantu Current Transformer (CT).

Pada pelanggan TM atau TT, pengukuran dan pengaman/pembatas (proteksi/APP) mempergunakan alat bantu Current Transformer (CT), Potensial Transformer (PT), kWH meter, kVArh meter dan Over Load Relay.

Demikian penjelasan singkat tentang Tarif listrik PLN. Penulis akan menjelaskan lebih lanjut lagi pada postingan berikutnya. Semoga bermanfaat…..

Kemudahan Listrik Pintar PLN

0

Beri Kemudahan Bagi Pengguna Listrik Pintar, PLN Siapkan Meter dengan Komunikasi Dua Arah


  
(Jakarta, 03/07/2014)
Pada hari Kamis (03/07), bertempat di Kantor Pusat PT PLN (Persero) di Jakarta, telah dilakukan penandatanganan perjanjian kerjasama antara PLN dengan PT XL Axiata Tbk dan antara PLN dengan PT Sistem Mikroelektronikcerdas Co-Design (SMC), yang masing-masing dilakukan oleh Direktur Utama PLN, Nur Pamudji, Direktur Utama PT XL Axiata (Tbk) Hasnul Suhaimi serta Direktur Utama PT SMC, Burhanuddin Razak. Kerjasama dilakukan dalam hal penyediaan layanan Meter Listrik Pintar (listrik prabayar) dengan Komunikasi Dua Arah (MLPKDA).
“Penggunaan Meter Listrik dengan Komunikasi Dua Arah ini merupakan inovasi yang dilakukan PLN sebagai upaya untuk meningkatkan layanan bagi pelanggan pengguna listrik pintar” ujar

© 2014 iPRESS. All rights resevered. Designed by Kanaan Jaya